5 Hal yang Bisa Kita Pelajari dari Trofeo TIM 2015


Milan tampil sangat baik dan jadi juara di turnamen mini Trofeo TIM 2015 yang juga diikuti oleh Inter dan Sassuolo. Rossoneri berturut-turut mengalahkan rival sekota dengan skor 2-1, dan Sassuolo lewat drama adu penalti. Para pemain Milan tampil apik kala mengalahkan Inter, Bacca dan Bertolacci jadi pahlawan lewat gol-golnya. Sementara Donnarumma berhasil mengantarkan Milan ke tangga juara, setelah jadi pahlawan dalam drama adu penalti lawan Sassuolo.


Banyak sekali hal positif yang ditunjukkan skuad asuhan Sinisa Mihajlovic di turnamen kecil ini. Lalu apa saja yang bisa kita pelajari dari dua pertandingan berdurasi 45 menit dalam turnamen ini? Kali ini penulis akan mencoba memberikan ulasan tentang performa Milan di Trofeo TIM 2015 dengan merangkumnya kedalam 5 poin yang bisa kamu baca di bawah ini.


Donnarumma Tunjukkan Potensi untuk Bersinar

@milanello
Tak bisa dipungkiri, Milan bisa jadi juara di Trofeo TIM berkat kepiawaian anak muda berusia 16 tahun ini dalam mementahkan tendangan penalti. Setelah mencuri perhatian di China saat drama adu penalti lawan Madrid, Donnaruma tak membuang kesempatan lainnya untuk unjuk gigi saat harus menghadapi drama adu penalti lagi lawan Sassuolo. Kali ini ia benar-benar jadi pahlawan setelah memblok 2 tendangan pemain lawan. Ia menunjukkan kepada kita semua, alasan kenapa tim pelatih memasukkannya ke tim utama. Punya badan tinggi besar jadi modal utamanya sebagai penjaga gawang, ditambah insting membaca arah bola yang sangat baik, Donnaruma layak kita harapkan bakal menjadi penjaga gawang Milan di masa depan. Pengalaman berharga dari laga-laga pramusim kali ini diharapkan bakal jadi pengalaman berharga baginya untuk terus berkembang hingga kelak jadi kiper papan atas Italia.

Romagnoli Langsung Menarik Perhatian


Tampil sebagai pengganti di pertandingan melawan Inter, Romagnoli langsung tancap gas untuk tunjukkan kepiawaiannya mengawal lini pertahanan. Momen menghalau tendangan Brozovic di depan gawang Milan yang sudah kosong, dipuja-puji banyak fans Milan. Ia seperti ingin menunjukkan kenapa ia dianggap sebagai defender muda paling potensial yang ada di Italia saat ini. Punya skill antisipasi yang baik, ditambah ketenangan yang sangat jarang dimiliki pemain berusia muda, Romagnoli punya modal bagus untuk kemudian bersinar menjadi salah satu defender terbaik di Italia. Dengan performa bagus ini, plus karakternya sudah sangat dikenali Mihajlovic, Romagnoli hampir dapat dipastikan bakal jadi salah satu defender utama dalam formasi 4-3-1-2 racikan Sinisa. Pertanyaannya, siapa yang bakal menjadi tandemnya di lini belakang Milan? Rodrigo Ely yang tampil bagus sepanjang laga pra-musim nampaknya masih perlu lebih banyak pengalaman menghadapi laga-laga kompetitif (musim lalu ia hanya bermain di Serie-B bersama Avellino), sementara Alex dan Mexes masih terus memberikan kekhawatiran kepada para fans lewat kesalahan-kesalahan krusial yang kerap dilakukan.

Bacca Mulai Tunjukkan Kemampuan Hebatnya


Pergerakan dinamisnya kala terus-menerus meneror pertahanan lawan (terutama saat lawan Inter), membuat Bacca menjadi pemain paling menonjol di turnamen ini, hingga ia dianugerahi gelar pemain terbaik. Kecepatan, kekuatan, skill tinggi, dan intelegensi yang dimiliki Bacca benar-benar merupakan paket komplit yang diyakini bakal merepotkan lini pertahanan tim manapun yang akan dihadapi Milan di Serie-A nanti. Dari gol pertama ke gawang Inter, Bacca benar-benar membuat kacau sisi kanan pertahanan lawan, hingga kemudian memberikan umpan cantik yang dituntaskan dengan baik oleh Bertolacci. Dan di gol kedua, ia menunjukkan skill individu yang menawan dengan mengelabui Miranda sebelum kemudian melesakkan tendangan mendatar yang mengecoh Handanovic. Harga mahal yang dikeluarkan Milan untuk memboyong Bacca dari Sevilla, rasanya cukup sepadan dengan kemampuan hebat yang bakal membuat lini depan Milan tampil menakutkan.

Kepercayaan Diri Pemain Mulai Tumbuh


Dua pemain baru, yakni Bacca dan Bertolacci, yang sebelumnya tampil kurang meyakinkan, kini mulai mendapatkan kepercayaan diri untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya bersama Milan. Mental bertanding juga terlihat mengalami peningkatan, terutama saat bisa mencetak gol di masa injury time ke gawang Sassuolo. Perjuangan tak kenal menyerah ditunjukkan hampir semua pemain, hingga akhirnya mendapat hasil yang sepadan dengan trofi juara yang diraih. Di Audi Cup lalu, para pemain Milan terlihat sangat canggung hingga kemudian harus didominasi oleh lawan. Namun di turnamen kali ini, mental dan kepercayaan diri para pemain mulai tumbuh, membuat karakter permainan Milan kembali terlihat.

Masih Ada yang Kurang dari Lini Tengah


Meski mengalami peningkatan dalam performa, lini tengah Milan saat ini rasanya masih belum cukup bagus untuk bisa memenangkan gelar bergengsi. Belum ada pemain yang mampu memberikan kreativitas yang dibutuhkan, serta bisa menjadi sosok jendral yang bisa mendikte permainan. Tak ada pemain sekelas Kaka dan Pirlo dalam skuad lini tengah Milan saat ini. Tak bisa dipungkiri, pemain seperti Axel Witsel sangat dibutuhkan Milan, jika ingin mendapatkan sesuatu di musim ini. Honda, Bonaventura dan Suso belum cukup baik untuk dipasang di belakang kedua striker, ketiganya masih belum menunjukkan performa meyakinkan untuk layak dipasang diposisi itu. Menez yang akan segera sembuh diharapkan bisa jadi solusi.

Itulah 5 hal yang bisa kita pelajari dari Trofeo TIM 2015 yang dijuarai Milan, banyak sekali hal positif yang diperlihatkan Milan di turnamen mini ini. Kordinasi permainan meningkat pesat jika dibanding performa mengecewakan di Audi Cup lalu, mental dan kepercayaan diri mulai terlihat, beberapa pemain mulai unjuk kemampuan, kerja keras yang dilakukan para pemain dan pelatih patut kita berikan apresiasi. Jika terus meningkat, bukan tak mungkin Milan bakal jadi penantang serius untuk memperebutkan Scudetto, semoga saja. Sudah waktunya Milan bangkit dan kembali ke papan atas.

Tulisan ini hanya merupakan opini dari penulis, jika kamu tak setuju atau punya pendapat lain, silahkan meluangkan waktu untuk menuliskannya dalam kolom komentar. Terima kasih telah bersedia membaca, Forza Milan!

0 komentar

Posting Komentar

Silahkan berkomentar dengan bahasa baik dan sopan, Forza Milan!